Tuesday, February 19, 2019

E-Commerce: Pasar Digital, Barang Digital

E-Commerce: Pasar Digital, Barang Digital

Saat ini perdagangan barang dan jasa banyak yang menggunakan sistem e-commerce atau penjualan secara elektronik dikarenakan manfaat yang diperolehnya dibanding berjualan secara konvensional.Berjualan secara elektronik membuat barang yang diproduksi suatu perusahaan lebih mudah dipromosikan kepada masyarakat dan mempermudah masyarakat untuk mengakses dan memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan.
1.      E-Commerce dan Internet
E-commerce adalah lingkungan digital yang memungkinkan transaksi komersial terjadi diantara banyak organisasi dan individu.Pada umumnya, e-commerce berarti transaksi yang terjadi dalam internet dan web.Transaksi komersial melibatkan pertukaran nilai (misalnya uang) melintasi batas-batas organisasi atau individu sebagai imbalan atas barang dan jasa.E-commerce dimulai pada tahun 1995 ketika salah satu portal internet yang pertama, Netscape.com, menerima iklan pertama dari perusahaan-perusahaan besar dan mempopulerkan ide bahwa web dapat digunakan sebagai medium baru untuk beriklan dan berjualan.
Sifat unik internet dan web.Penjelasan sederhananya, internet dan teknologi e-commerce jauh lebih kaya dan canggih daripada revolusi teknologi yang sebelumnya.Adapun yang menjadi kelebihan dari e-commerce adalah sebagai berikut.
– Ada dimana-mana : E-commerce ada dimana-mana berarti e-commerce memang terdapat dimana saja dan kapan saja. E-commerce memungkinkan kita berbelanja dari komputer pribadi, dirumah, ditempat kerja atau bahkan dari kendaraan, dengan menggunakan mobile e-commerce. Hasilnya disebut dengan ruang pasar(marketspace) – pasar yang diperluas melintasi batas-batas tradisional dan bukan lagi dari sebuah lokasi geografis yang sifatnya sementara.
– Jangkauan global : teknologi e-commerce memungkinkan transaksi komersial melintasi batas-batas budaya dan negara dengan kenyamanan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih efektif daripada dari suatu sistem perdagangan yang tradisional. Akibatnya, ukuran pasar potensial untuk pedagang e-commerce secara kasar sama dengan ukuran populasi online dunia.
– Standar universal : standar teknik universal dari internet dan e-commerce berpengaruh besar terhadap rendahnya biaya masuk pasar – biaya yg harus dikeluarkan oleh standar universal mengurangi biaya pencarian– usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan barang sesuai dengan keinginan mereka.
– Kaya manfaat : dalam hal informasi, istilah kaya manfaat merujuk pada kompleksitas dan isi dari suatu pesan.
– Interaktif : interaktivitas memungkinkan seorang penjual online terlibat dengan pelanggan dengan cara yang sama seperti aktivitas tatap muka, tetapi dengan skala yang lebih besar dan global.
– Kepadatan informasi : kepadatan informasi – jumlah keseluruhan dan kualitas informasi yang tersedia untuk semua peserta, pelanggan dan penjual dipasar.
– Personalisasi/penyesuaian : personalisasi adalah pedagang dapat mengarahkan pesan pemasarannya pada orang-orang tertentu dengan menyesuaikan pesannya sesuai nama, alamat,minat, dan pembelian orang dimasa lalu. Penyesuaian adalah mengubah barang atau jasa yang dijual sesuai dengan preferensi pengguna atau perilaku yang ia tunjukkan sebelumnya.
Konsep utama dalam e-commerce adalah pasar digital dan barang digital.
Internet sangat mengurangi biaya untuk mendapatkan dan mendistribusikan informasi, dan menciptakan sebuah pasar digital dimana jutaan orang dapat bertukar jumlah besar informasi secara langsung, cepat, dan gratis. Sebagai hasilnya, internet telah mengubah cara perusahaan menjalankan kegiatan bisnisnya.
Pasar digital sangat fleksibel dan efisien karena beroperasi dengan biaya pencarian dan transaksi yang sangat kecil, menu cost (biaya menu, biaya penjual akibat perubahan harga) yang lebih rendah, diskriminasi harga, dan kemampuan untuk mengubah harga dengan dinamis yang disesuaikan dengan kondisi pasar. Dalampenentuan harga dinamis harga dari sebuah barang bergantung pada sebuah karakteristik permintaan dari konsumen atau situasi pasokan dari penjual.
Barang digital adalah barang yang dapat dikirimkan melalui jaringan digital.Pada umumnya, untuk barang digital, biaya marginal untuk menghasilkan satu unit tambahan nyaris tidak ada.Tetapi biaya untuk menghasilkan unit asli yang pertama ternyata cukup tinggi.

2.      Komunikasi dan Komunitas
Internet telah menciptakan banyak sekali komunitas online dimana orang-orang dengan minat sama dapat saling bertukar ide daribanyak lokasi yang berbeda. Sumber pendapatan pertama dari komunitas ini adalah penyediaan sarana untuk klien perusahaan untuk membidik pelanggannya, termasuk penempatan iklan banner dan iklan pop-up disitus web. Iklan banner adalah tampilan grafis disebuah halaman web perusahaan pengiklan, jadi ketika seseorang mengklik banner tersebut, ia secara otomatis akan pindah ke halaman web yang lebih banyak mengandung informasi tentang perusahaan pengiklannya.

3.      Jenis E-Commerce.
Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan transaksi e-commerce. Tiga kategori utama dari e-commerce adalah bisnis ke konsumen, bisnis ke bisnis, dan konsumen ke konsumen
a.      E-commerce bisnis ke konsumen – melibatkan penjualan produk dan layanan secara eceran kepada pembeli perorangan.
b.      E-commerce bisnis ke bisnis – melibatkan penjualan produk dan layanan antar perusahaan.
c.       E-commerce konsumen ke konsumen – melibatkan konsumen yang menjual secara langsung ke konsumen.

4.      Mencapai Kedekatan dengan Pelanggan : Pemasaran Interaktif,   Personalisasi, dan Swalayan

Pemasaran interaktif dan personalisasi
Alat penelusuran clickstream mengumpulkan data tentang aktivitas pelanggan di situs-situs web dan mencatat data tersebut.
·         Blog
            Muncul sebagai alat pemasaran berbasis web lainnya yang menjanjikan. Blog istilah weblog adalah halaman web pribadi yang biasanya berisi catatan urut secara kronologis oleh penulisnya dan dihubungkan ke halaman-halaman web yang berkaitan.
·         Layanan Pribadi Pelanggan
Banyak perusahaan menggunakan situs web dan email untuk menjawab pertanyaan dari pelanggan untuk memberikan informasi barang kepada pelanggan, mengurangi kebutuhan tenaga yang ahli menangani pelayanan bagi pelanggan.



5.      E-Commerce Bisnis ke Bisnis : Efisiensi dan Hubungan Baru.
Sekitar 80 persen dari e-commerce B2B masih didasarkan pada sistem berbayar untuk pertukaran data elektronik yang memungkinkan pertukaran informasi komputer antara dua organisasi dari transaksi standar, seperti penagihan, surat jalan, penjadwalan, atau pesanan pembelian.
·         Pertukaran Data Elektronik (EDI).
Perusahaan menggunakan EDI untuk mengotomatisasi transaksi untuk e-commerce B2B dengan pengisian persediaan secara kontinu.Pemasok dapat otomatis mengirimkan data tentang pengiriman kepada perusahaan pembeli.Perusahaan pembeli dapat menggunakan EDI untuk menyediakan kebutuhan produksi dan persediaan dan pembayaran kepada pemasok.
·         Jaringan Industri Swasta.
Jaringan industri swasta, juga dikenal sebagai pertukaran swasta, menghubungkan perusahaan ke pemasok, dan mitra bisnis penting lainnya untuk manajemen rantai pasokan dan aktivitas perdagangan kolaboratif lainnya secara lebih efisien.
·         Ruang Pasar Internet.
Ruang pasar internet adalah ruang pasar online dimana banyak pembeli dapat berinteraksi dengan banyak penjual.Pertukaran adalah ruang pasar internet yang secara independen dimiliki oleh pihak ketiga, yang menghubungkan ribuan pemasok dan pembeli untuk aktivitas pembelian di tempat.
·         Sistem Pembayaran E-Commerce.
Sistem pembayaran e-commerce pada dasarnya bersifat elektronik, artinya pembeli membayar sejumlah uang kepada penjual melalui uang elektronik yang bisa berupa kartu kredit, transfer uang, dan sebagainya.
Jenis-jenis sistem pembayaran elektronik diantaranya :
·         Sistem pembayaran kartu kredit digital.
·         Sistem pembayaran mikro.
·         Sistem pembayaran digital dengan saldo terakumulasi.
·         Sistem pembayaran nilai tersimpan.
·         Sistem pembayaran rekan ke rekan.

Teknologi internet dan e-commerce jauh lebih kaya dan kuat daripada revolusi teknologi sebelumnya seperti radio, televisi, dan telepon.
Ubiquity
Dalam perdagangan tradisional, pasar adalah tempat fisik, seperti toko ritel, yang Anda kunjungi untuk bertransaksi bisnis.
Jangkauan Global
Teknologi E-commerce memungkinkan transaksi komersial untuk menyeberangi batas-batas budaya dan nasional jauh lebih nyaman dan biaya efektif daripada benar dalam perdagangan tradisional. Akibatnya, ukuran pasar potensial untuk e-commerce pedagang kira-kira sama dengan ukuran dari populasi online dunia (diperkirakan lebih dari 1,9 miliar, dan berkembang pesat) (Internetworldstats.com, 2010).
Universal Standar
Salah satu fitur mencolok yang tidak biasa dari teknologi e-commerce adalah bahwa standar teknis Internet dan, karena itu, standar teknis untuk melakukan e-commerce adalah standar universal.
Kesempurnaan
Kekayaan informasi mengacu pada kompleksitas dan isi pesan. Pasar tradisional, pasukan penjualan nasional, dan toko ritel kecil memiliki kekayaan besar:
Interaktivitas
Tidak seperti teknologi komersial abad kedua puluh, dengan kemungkinan pengecualian dari telepon, teknologi e-commerce yang interaktif, yang berarti mereka memungkinkan untuk komunikasi dua arah antara pedagang dan konsumen.
Informasi Density
Internet dan Web sangat meningkatkan kepadatan-informasi jumlah total dan kualitas informasi yang tersedia untuk semua pelaku pasar, konsumen, dan pedagang sama. Teknologi E-commerce mengurangi pengumpulan informasi, penyimpanan, pengolahan, dan biaya komunikasi sementara sangat meningkatkan mata uang, akurasi, dan ketepatan waktu informasi.
Personalisasi / Kustomisasi
Teknologi E-commerce memungkinkan personalisasi: Pedagang dapat menargetkan pesan pemasaran mereka untuk individu tertentu dengan menyesuaikan pesan untuk nama orang, minat, dan pembelian terakhir. Teknologi ini juga memungkinkan kustomisasi-mengubah produk atau jasa yang disampaikan berdasarkan preferensi pengguna atau perilaku sebelumnya.
Teknologi Sosial: Pengguna Konten Generasi dan Jaringan Sosial
Berbeda dengan teknologi sebelumnya, teknologi internet dan e-commerce telah berevolusi menjadi lebih sosial dengan memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi dengan teman-teman pribadi mereka (dan komunitas di seluruh dunia besar) konten dalam bentuk teks, video, musik, atau foto.
E-commerce berhubungan dengan transaksi komersial digital di antara berbagai organisasi dan perorangan. Terdapat tujuh kelebihan dari e-commerce:
1.      Tekhnologi e-commerce ada dimana-mana
2.      Tekhnologi ini diterapkan secara global
3.      Tekhnologi ini dioperasikan dengan standar universal yang digunakan oleh semua negara didunia
4.      Tekhnologi ini menjadikan informasi lebih kaya
5.      Tekhnologi e-commerce sifatnya interaktif
6.      Tekhnologi ini meningkatkan kepadatan informasi
7.      Tekhnologi ini membuat personalisasi dan penyesuaian dapat dilakukan

 Internet telah menghasilkan pasar digital, dimana jutaan orang dapat saling bertukar informasi dalam jumlah besar secara langsung, cepat, dan gratis.Pasar digital lebih transparan, fleksibel, dan efisien, banyak kesempatan untuk menjual secara langsung ke pembeli tanpa harus melalui perantara seperti distributor atau toko eceran.
Barang digital adalah barang seperti musik,video, peranti lunak, koran, majalah, dan buku yang disampaikan melalui jaringan digital. Model bisnis yang didasarkan pada penyampaian barang digital menjadi tantangan bagi banyak toko buku, penerbit, label musik, dan studio film yang sangat bergantung pada pengiriman dari barang dalam konsep tradisional.

Internet telah mengubah proposisi nilai dan model bisnis
Internet secara radikal mengurangi biaya pembuatan, pengiriman, dan penyimpanan informasi sementara membuat informasi tersebut semakin tersedia.Internet dapat membantu perusahaan menciptakan dan mendapatkan keuntungan dengan cara-cara baru melalui menambahan nilai pada produk dan layanan yang ada, atau dengan menyediakan fondasi bagi produk dan layanan baru. Banyak model bisnsis yang berbeda untuk e-commerce di internet telah bermunculan, termasuk toko virtual, perantara informasi, perantara transaksi, ruang pasar internet, penyedia isi, penyedia layanan online, komunitas virtual, dan portal.

Berbagai jenis e-commerce dan e-commerce yang telah mengubah cara menjual dan transaksi bisnis ke bisnis
Tiga jenis e-commerce yang utama adalah: bisnis ke konsumen(B2C), bisnis ke bisnis (B2B), dan konsumen ke konsumen (C2C). Cara lain untuk mengklasifikasikan transaksi e-commerce adalah berdasarkan hubungan fisik pesertanya ke internet.
Internet memberikan serangkaian tekhnologi yang tersedia secara universal untuk e-commerce yang dapat digunakan untuk menciptakan saluran-saluran baru untuk pemasaran, penjualan, dukungan pelanggan, dan untuk menghilangkan perantara dalam transaksi jual beli.
E-commerce B2B menciptakan efisiensi dengan membuat perusahaan untuk mendapatkan pemasok, meminta penawaran, melakukan pemesanan, dan melacak pengiriman secara elektronik.

Peranan m-commerce dalam bisnis dan menjelaskan aplikasi-aplikasi m-commerce yang terpenting
M-commerce menggunakan internet dalam pembelian produk dan lyanan selain juga menyampaikan pesan menggunakan perangkat mobile nirkabel.Yang sesuai dengan aplikasi berbasis lokasi, seperti restoran, hotel, mengamati lalu lintas dan cuaca lokal.M-commerce membutuhkan sistem pembayaran digital yang khusus yang dapat menangani pembayaran mikro, karena sebagian besar pembelian m-commerce saat ini nilai nominalnya kecil.
M-commerce mewakili sebagian kecil dari semua pembelian online karena perangkat mobile nirkabel tidak dapat menampilkan gambar barang dagangan dengan baik.M-commerce dapat memanfaatkan sistem pembayaran yang memiliki interoperabilitas untuk perangkat-perangkat nirkabel dan mempercepat jaringan nirkabel untuk mendukung komunikasi data yang lebih lengkap

Beberapa sistem pembayaran utama untuk e-commerce
Sistem pembayaran kartu kredit digital, dompet digital, sistem pembayaran digital dengan saldo terakumulasi, sistem pembayaran nilai tersimpan, uang tunai digital, sistem pembayaran rekan ke rekan, cek digital, dan sistem pembayaran dan penyampaian tagihan elektronik. Sistem saldo yang terakumulasi, sistem nilai tersimpan, dan uang tunai digital bermanfaat untuk pembayaran mikro yang terkecil.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. E-Commerce: Pasar Digital, Barang Digital. http://www.etunas.com/web/e-         commerce-pasar-digital-barang-digital.htm, diakses 16 Mei 2016.
Fadhilah, Elfan. 2015. E-Commerce: Digital Maket, Digital Goods.                        http://elfanfadhilah1996.blog.upi.edu/2015/10/25/ringkasan-s-i-m-chapter-10-        e, diakses 16 Mei 2016.
Chapter 10. E-commerce: Digital Markets, Digital Goods. Louden P.jane and Louden            C.Kenneth. 2012. Prentice Hall.








BISNIS ELEKTRONIK DAN KERJASAMA GLOBAL

BISNIS ELEKTRONIK DAN KERJASAMA GLOBAL

            Bisnis global sekarang ini sudah berkembang. Oleh karena itu, untuk menunjang bisnis dan kerjasama global tentunya dibutuhkan informasi yang berkualitas dan juga teknologi yang canggih. Dengan adanya kemajuan sistem informasi dan teknologi yang kita miliki, maka kita biasa mancari infromasi secara cepat dan mudah serta kita dapat bersaing atau berkerjasama dengan perusahaan dunia lainnya.
A.    Proses Bisnis dan Sistem Informasi
Proses bisnis adalah seperangkat aktivitas yang berhubungan secara logis yang dimana suatu pekerjaan terorganisir, terkoordinasi, dan fokus untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai. Proses bisnis adalah aliran kerja yang kongkret dari bahan baku, informasi dan pengetahuan. Proses ini juga tergantung pada seberapa baik bisnis dirancang dan dikoordinasikan selain itu juga menjadi sebuah kekuatan kompetitif perusahaan.
Setiap proses bisnis saling terkait dengan area fungsional tertentu. Meskipun setiap fungsi bisnis utama memiliki serangkaian proses bisnisnya sendiri, banyak proses bisnis lainnya mencapai efisiensi yang besar dengan mengotomatiskan bagian proses ini atau dengan membantu mendesain ulang dan mempersingkat proses tersebut. Perusahaan dapat menjadikan lebih fleksibel dan efisien dengan mengoordinasikan proses bisnisnya secara dekat, dan dalam beberapa hal, mengintegrasikan proses ini sehingga berfokus pada manajemen sumber daya dan layanan pelanggan yang efisien.

B.     Jenis-Jenis Sistem Informasi
Sistem-sistem dikelompok pada manajemen yang berbeda, yaitu:
a.        Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system – TPS)
Sistem komputerisasi yang mengoperasikan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk melacak kegiatan SD dan transaksi organisasi, seperti penjualan, penerimaan, deposito kas, penggajian, keputusan kredit, dan aliran bahan di pabrik.  Para manager membutuhkan ini untuk memantau status operasi di dalam perusahaan, beserta hubungan perusahaan dengan lingkungan eksternal.

b.        Sistem untuk Intelijen Bisnis (business intelligence)
Perangkat lunak mengorganisasi, menganalisis, dan menyediakan akses kepada data untuk membantu manajer dan pengguna lain dalam suatu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih berdasarkan informasi. Intelijensi bisnis menunjukkan segala hal yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan pada setiap tingkat manajemen. Sistem ini membantu manajemen tingkat menengah membantu dengan cara memantau, mengontrol, mengambil keputusan dan melakukan kegiatan- kegiatan administratif.
Sistem Informasi Manjemen (SIM) merangkum dan menyusun laporan mengenai kegiatan operasional dasar perusahaan menggunakan data yang disediakan dari sistem pemrosesan transaksi.
Beberapa jenis sistem intelijen bisnis mendukung lebih banyak pengambilan keputusan tanpa pengulangan.
·         Sistem Pendukung Keputusan (decision support system – DSS) berfokus pada masalah – masalah yang unik dan cepat berubahdan tanpa pengulangan (non-routine) seperti SIM.
·         Sistem Pendukung Eksekutif (executive support eksekutif - ESS) membantu manajemen senior dalam mewujudkan keputusan-keputusan yang telah dibuat. Berupa grafik dan data dari banyak sumber untuk mempermudah manjemen senior. ESS dirancang untuk menggabungkan data kejadian-kejadian dari luar perusahaan seperti perpajakan serta merangkum dalam melalui SIM dan DSS.

C.    Sistem untuk Membuat Perusahaan Saling Terhubung
Sistem lama memiliki tantangan dalam berkomunikasi antar satu sistem dengan yang lainnya serta untuk bekerja sama sebagai satu kesatuan sistem perusahaan yang terintegrasi. Oleh karena itu dibutuhkan implementasi aplikasi perusahaan (enterprise application) merupakan sistem yang menjangkau seluruh area fungsional, berfokus pada pelaksanaan proses bisnis yang terjadi di seluruh perusahaan dan menjangkau seluruh tingkat manajemen. Aplikasi perusahaan membantu perusahaan lebih fleksibel, produktif, dan proses bisnis yang lebih singkat.
Ada 4 (empat) kategori utama aplikasi perusahaan :
a)      Sistem Perusahaan (enterprise system) atau Perencanaa Sumber Daya Perusahaan (ERP)  untuk mengintegrasikan proses bisnis pada area manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran serta sumber daya manusia ke dalam sebuah system perangkat lunak.
b)      Sistem Manajemen Rantai Pasokan (supply chain management - SCM) sistem ini membantu pemasok, perusahaan pembeli, distributor, dan perusahaan logistik berbagi informasi.
c)      Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (customer relationship management system – CRM) untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan.
d)     Sistem Manajemen Pengetahuan (knowledge management system – KMS) Intranet dan Ekstranet juga dapat mebantu proses bisnis perusahan selain itu perkembangan E-Bussines , E-Commerce dan E-Government juga merubah hubungan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan.

D.    Sistem untuk Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial
Untuk menambahkan sistem yang sudah ada sebuah organisai membutuhkan sebuah system khusus contohnya kolaborasi. Kolaborasi (collaboration) adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama yang jelas. Tim memiliki sebuah misi khusus yang diberikan oleh seseorang daolam suatu organisasi bisnis. Alasan kolaborasi dan kerjasama tim adalah :
1.      Mengubah sifat pekerjaan
2.      Pertumbuhan bidang pekerjaan professional
3.      Mengubah struktur organisasi perusahaan
4.      Mengubah ruang lingkup perusahaan
5.      Menitikberatkan pada inovasi
6.      Mengubah budaya kerja dan bisnis

Bisnis Jejaring Sosial (social business) banyak digunakan untuk meningkatkan kolaborasi seperti Facebook, Twitter, dan perangkat sosial lainnya. Tujuan adalah untuk memperdalam interaksi dengan kelompok-kelompok dari dalam dan luar perusahaan guna memeperlancar dan memperbaiki pendistribusian informasi, inovasi dan pengambilan keputusan.

Beberapa contoh perangkat lunak yang digunakan adalah :
a.       Surel dan Pesan Instant (Instant Messsaging – IM)
b.      Wiki
c.       Virtual Words / Jejaring Sosial

Platform Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial
Pemilihan yang tepat serta evaluasi secara berkala dibutuhkan untuk menentukan perangkat kolaborasi dan jejaring sosial.
·         Virtual Meeting Systems (Sistem Pertemuan Virtual) seperti video conferencing dan web conferencing serta bisa menggunakan telepresence
·         Google Apps/Google Sites and Cloud Collaboration Services. Cyberlocker adalah layanan berbagai file secara online.
·         Microsoft SharePoint
·         Lotus Notes adalah kemampuan perangkat lunak jejaring sosial dalam perusahaan dapat digunakan untuk membuat profil anggota, mempermudah content sharing, arus informasi secara realtime, area kerja tim dan kelompok, tagging dan social bookmarking serta izin dan privasi.


Adapun manfaat usaha kerjasama, diantaranya:
  1. Produktivitas Orang yang bekerja sama dapat menyelesaikan tugas yang kompleks lebih cepat dari jumlah orang yang sama yang bekerja di isolasi dari satu sama lain.
  2. Kualitas Orang yang bekerja sama dapat berkomunikasi kesalahan, dan benar tindakan cepat, ketika mereka bekerja bersama-sama daripada jika mereka bekerja di
  3. Inovasi Orang yang bekerja sama dalam kelompok bisa datang dengan lebih ide-ide inovatif untuk produk, layanan, dan administrasi dari jumlah yang sama bekerja di isolasi dari satu sama lain.
  4. Layanan pelanggan Orang yang bekerja sama dalam tim dapat menyelesaikan keluhan pelanggan dan masalah lebih cepat dan lebih efektif daripada jika mereka bekerja di isolasi dari satu sama lain.
  5. Kinerja keuangan (profitabilitas, Sebagai hasil dari semua hal di atas, perusahaan kolaboratif telah penjualan, dan pertumbuhan penjualan) pertumbuhan penjualan yang unggul dan kinerja keuangan.
E.     Fungsi Sistem Informasi di Dalam Bisnis
Sistem Informasi di sebuah perusahaan biasanya berada dalam naungan Departemen Sistem Informasi. Didalam departemen ini biasanya terdapat :
-        Pemrogram (programmer)
-        Analisis System
-        Manajer system informasi
-        Direktur Informasi (chief information officer – CIO)
-        Direktur keamanan system informasi (chief security office – CSO)
-        Chief privacy officer – CPO
-        Chief knowledge officer – CKO
-        Pengguna akhir (end user)


F.      Bisnis Elektronik (E-Business) dan Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Proses bisnis adalah seperangkat aktivitas yang berhubungan secara logis yang dimana suatu pekerjaan terorganisir, terkoordinasi, dan fokus untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai. Proses bisnis adalah aliran kerja yang kongkret dari bahan baku, informasi dan pengetahuan. Proses ini juga tergantung pada seberapa baik bisnis dirancang dan dikoordinasikan selain itu juga menjadi sebuah kekuatan kompetitif perusahaan.
Perdagangan elektronik atau yang biasa disebut E-commerce merupakan suatu cara penyebaran, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik atau dengan kata lain terhubung dengan jaringn internet atau televisi yang memungkinkan seluruh dunia melihat ap yang ditampilkan. Dengan E-commerce, memungkinkan pengguna melakukan kegiatan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem inventori dan pengumpulan data otomatis.
E-commerce merupakan hal yang tidak terlepas dari E-bussines, dimana cakupan E-bussines lebih luas tidak sebatas perniagaan tetapi juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan kerja, dll. E-commerce juga membutuhkan teknologi lain selain jaringan komputer, yakni teknologi basisdata, teknologi non komputer lain seperti sistem pengiriman barang dan alat pembayaran untuk E-commerce ini.

a.        Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
  1. Iklan Baris, merupakan salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online. Penjual yang menggunakan social media atau forum untuk beriklan, biasanya tidak bisa langsung menyelesaikan transaksi pada website yang bersangkutan. Namun penjual dan pembeli harus berkomunikasi secara langsung untuk bertransaksi. Contoh iklan baris: OLX.co.id (sebelumnya Tokobagus), Berniaga, dan FJB-Kaskus.
  2. Retail, merupakan jenis e-commerce yang dimana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu, kegiatan jual-beli di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk. Contoh retail: Berrybenzka, Zalora, dan Lazada.
  3. Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan
b.        Manfaat dari perdagangan melalui jaringan elektronik, yaitu :
Dari segi pengelompokkan manfaatnya, dapat dilihat dari :
·         Keuntungan bagi perusahaan
a.       Perluasan jaringan mitra bisnis.
b.      Efisien.
c.       Perluasan pasar.
d.      Memperpendek Jarak
·         Keuntungan Bagi Konsumen
a.       Efektif. Konsumen dapat memperoleh informasi tentang produk atau jasa yang dibutuhkan dan bertransaksi dengan cara cepat dan murah.
b.      Aman secara fisik. Konsumen tidak perlu mendatangi toko tempat perusahaan menjajakan barangnya dan ini memungkinkan konsumen dapat bertransaksi dengan aman sebab didaerah-daerah tertentu mungkin sangat berbahaya jika berkendaraan dan membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar.
c.       Fleksibel. Konsumen dapat melakukan transaksi dari berbagai lokasi, baik dari rumah, kantor, warnet atau tempat lainnya.
  
·         Keuntungan Bagi Masyarakat Umum
a.       Mengurangi Polusi dan Pencemaran Lingkungan.
b.      Membuka Peluang Kerja Baru.
c.       Menguntungkan Dunia Akademis.
d.      Meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia

Banyak hal positif dari e-commerce yang dapat diperoleh oleh perusahaan atau perorangan, akan tetapi terlepas dari itu semua, ada hal-hal atau permasalahan yang perlu diperhatikan dalam e-commerce. Berikut ini adalah beberapa masalah yang terjadi dalam dunia e-commerce :
  • Penipuan dengan cara pencurian identitasTidak sampainya barang kepada pelanggan
  • Rentan masalah jika melakukan pembayaran elektronik
  • Tidak sampainya barang ke pelanggan
  • Hukum yang tidak tegas

G.     Sistem untuk Kolaborasi dan Kerja Sama Tim
Aplikasi perusahaan (enterprise application) merupakan sistem yang menjangkau seluruh area fungsional, berfokus pada pelaksanaan proses bisnis yang terjadi di seluruh perusahaan dan menjangkau seluruh tingkat manajemen. Aplikasi perusahaan membantu perusahaan lebih fleksibel, produktif, dan proses bisnis yang lebih singkat.
Kolaborasi (collaboration) adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama yang jelas. Tim memiliki sebuah misi khusus yang diberikan oleh seseorang dalam suatu organisasi bisnis. Alasan kolaborasi dan kerjasama tim adalah :
1.      Mengubah sifat pekerjaan
2.      Pertumbuhan bidang pekerjaan professional
3.      Mengubah struktur organisasi perusahaan
4.      Mengubah ruang lingkup perusahaan
5.      Menitikberatkan pada inovasi
6.      Mengubah budaya kerja dan bisnis

Bisnis Jejaring Sosial (social business) banyak digunakan untuk meningkatkan kolaborasi seperti Facebook, Twitter, dan perangkat sosial lainnya. Tujuan adalah untuk memperdalam interaksi dengan kelompok-kelompok dari dalam dan luar perusahaan guna memeperlancar dan memperbaiki pendistribusian informasi, inovasi dan pengambilan keputusan. Beberapa contoh perangkat lunak yang digunakan adalah :
·         Surel dan Pesan Instant (Instant Messsaging – IM)
·         Wiki
·         Virtual Words / Jejaring Sosial

a.        Platform Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial
Pemilihan yang tepat serta evaluasi secara berkala dibutuhkan untuk menentukan perangkat kolaborasi dan jejaring sosial.
·         Virtual Meeting Systems (Sistem Pertemuan Virtual) seperti video conferencing dan web conferencing serta bisa menggunakan telepresence
·         Google Apps/Google Sites and Cloud Collaboration Services. Cyberlocker adalah layanan berbagai file secara online.
·         Microsoft SharePoint
·         Lotus Notes adalah kemampuan perangkat lunak jejaring sosial dalam perusahaan dapat digunakan untuk membuat profil anggota, mempermudah content sharing, arus informasi secara realtime, area kerja tim dan kelompok, tagging dan social bookmarking serta izin dan privasi.

b.        Manfaat Usaha Kerjasama
1.      Produktivitas Orang yang bekerja sama dapat menyelesaikan tugas yang kompleks lebih cepat dari jumlah orang yang sama yang bekerja di isolasi dari satu sama lain.
2.      Kualitas Orang yang bekerja sama dapat berkomunikasi kesalahan, dan benar tindakan cepat, ketika mereka bekerja bersama-sama daripada jika mereka bekerja perorangan.
3.      Inovasi Orang yang bekerja sama dalam kelompok bisa datang dengan lebih ide-ide inovatif untuk produk, layanan, dan administrasi dari jumlah yang sama bekerja di isolasi dari satu sama lain.
4.      Layanan pelanggan Orang yang bekerja sama dalam tim dapat menyelesaikan keluhan pelanggan dan masalah lebih cepat dan lebih efektif daripada jika mereka bekerja di isolasi dari satu sama lain.
5.      Kinerja keuangan (profitabilitas, Sebagai hasil dari semua hal di atas, perusahaan kolaboratif telah penjualan, dan pertumbuhan penjualan) pertumbuhan penjualan yang unggul dan kinerja keuangan.
  
DAFTAR PUSTAKA

Alkautsaroh. 2015. Elektronik Bisnis Global dan Kerjasama.            http://alkautsaroh.blog.upi.edu/2015/09/28/chapter-2-elektronik-bisnis-        global- dan-kerjasama/, diakses 14 Maret 2016.
Anonim. 2016. Perdagangan Elektronik.       https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik, diakses 16 Maret             2016.
Elfanfadhilah. 2015. Global E-Business and Collaboration (Bisnis Elektronik         Global dan Kolaborasinya).             http://elfanfadhilah1996.blog.upi.edu/2015/09/27/ringkasan-s-i-m-chapter-  2-global-e-business-and-collaboration-bisnis-elektronik-global-dan-    kolaborasinya/, diakses 16 Maret 2016.
Nursaraswati, Yulia Ika. 2015. Bisnis Elektronik (E-Bussiness) dan Kerja Sama      Global. http://akuntanikan.blogspot.co.id/2015/03/sistem-informasi- manajemen-     bisnis.html?showComment=1458083858906#c8593134172020915368,             diakses            14 Maret 2016.